Tampilkan postingan dengan label DAMAI SEJAHTERA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAMAI SEJAHTERA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

KEHIDUPAN YANG BAIK

Bacaan: Lukas 12:13-21
NATS: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu (Lukas 12:15)


Ketika menyusuri jalan raya di Houston, saya melewati papan iklan dengan tulisan besar berbunyi: "KEHIDUPAN YANG BAIK!" Saya tak sabar mendekatinya agar bisa membaca tulisan kecil yang menjelaskan bahwa maksud "kehidupan yang baik" adalah membeli rumah di tepi danau yang harganya mulai 300.000 dolar [kira-kira 2,7 miliar rupiah]. Saya lalu bertanya-tanya bagaimana seandainya yang tinggal di rumah-rumah itu adalah keluarga tidak bahagia, yang anak-anaknya tidak pernah bertemu orangtuanya, atau pasangan yang, meskipun tinggal di tepi danau, berharap agar mereka tidak hidup bersama. 

Saya lalu teringat pada kisah dalam Lukas 12 tentang seorang lelaki yang meminta Yesus untuk memberi tahu saudaranya agar berbagi warisan dengannya. Sangat keliru jika ia meminta Yesus melakukan hal itu! Dia menjawab dengan peringatan, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu" (ayat 15). Dia kemudian bercerita tentang seorang kaya raya yang menurut pandangan Allah adalah orang bodoh, bukan karena ia berhasil menjadi kaya, melainkan karena ia tidak kaya di hadapan Allah. 

Kita akan hidup semakin baik jika kita semakin cepat menghilangkan anggapan bahwa semakin banyak kekayaan yang terkumpul berarti semakin damai, bahagia, dan puas. Dan, kita akan semakin mampu menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang sudah lama dirindukan, yaitu "kehidupan baik" yang sejati, yang hanya bisa diberikan oleh Yesus --JMS 

"KEHIDUPAN YANG BAIK" DITEMUKAN 
DALAM KEKAYAAN DI HADAPAN ALLAH

Selasa, 01 November 2016

Sudahkah Kamu Mengijinkan Tuhan yang Mengambil Alih?

Sudahkah Kamu Mengijinkan Tuhan yang Mengambil Alih?

Di saat aku berada di tengah persimpangan hidup seringkali aku berdoa : "Tuhan aku menyerahkan masalahku ke dalam tanganmu biar engkau yang turun tangan". Namun aku mencoba menyelesaikannya dengan caraku sendiri, berakhir dengan keputusasaan, dan aku bertanya mengapa ini semua terjadi?

Di saat aku berada di tengah kebimbangan seringkali aku datang kepadaNya dan berseru :"Biar kehendakMu yang terjadi bukan kehendakku". Namun, yang kulakukan adalah keinginanku, bukan keinginan Tuhan, berakhir dengan kekacauan, dan aku bertanya apa yang sudah kulakukan?

Di saat aku merasa sendirian seringkali aku berkata : "Aku percaya bahwa Kau ada bersamaku". Namun, aku memilih mencari kasih di luar, berakhir dengan luka di hati dan aku bertanya di manakah Kau?

Di saat aku merasa goyah seringkali aku berjanji : "Aku mau mengandalkan Engkau bukan kekuatanku sendiri". Namun, aku sibuk mencari manusia, berharap penuh kepada mereka, berakhir dengan kekecewaan, dan aku mengeluh tidak satupun manusia yang dapat aku andalkan.

Aku menjadi sangat lelah, dan mengeluh kepadaMu untuk kesekian kalinya. "Tuhan aku kan sudah menyatakan menyerahkan semuanya kepadaMu, tetapi mengapa Kau seolah tidak mendengar, dan membiarkan aku menanggung semuanya sendiri?"

Di tengah kekecewaan aku disadarkan oleh jawabanNya.

Aku mendengar Tuhan berkata :

Nak, Aku mendengar setiap keluhan, teriakan minta tolong, dan semua persoalanmu, Aku diam bukan karena tidak peduli, bukan karena Aku meninggalkanmu, Aku hanya sedang menantikan kapan kau akan membuka tanganmu, melepaskan setiap pergumulanmu, dan benar-benar mengijinkan Aku mengambil alih semuanya dari genggamanmu.

Teman,
Jika saat ini kau baru saja berdoa kepadaNya untuk menyerahkan semua pergumulanmu, pastikan bahwa engkau sudah membuka tanganmu dan hatimu untuk mengijinkan Tuhanlah yang mengambil alih semuanya.

(Sumber HTCOM)

Kamis, 27 Oktober 2016

Medan Perang Pikiran

Pikiran adalah sebuah medan perang , dan iblis mendustai setiap orang melalui pikiran.

Salah satu hal yang hendak dicuri iblis setiap saat adalah damai sejahtera kita.
Iblis ingin kita merasa bersalah , merasa tertuduh , merasa tidak mampu , merasa kesepian dan merasa gagal .
Oleh karena itu , kita harus bisa menjaga pikiran dan hati kita setiap saat .
Jangan bangun dari tempat tidur dengan ketakutan dan keputusasaan .
Bangunlah setiap pagi dengan kesiapan menginjak-injak iblis.
Bagaimana caranya ?
DENGAN MENYERUKAN AYAT FIRMAN TUHAN.
Mazmur 27:3
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.
Kita harus memiliki sikap seperti Daud saat menyatakan ayat ini , tidak peduli seberapa banyak panah pikiran negatif yang iblis di luncurkan di pikiran kita , namun damai sejahtera kita jangan sampai hilang .
Ingatlah !
Iblis sudah kalah kuasanya 2000 thn yg lalu , yang ada sekarang hanyalah aumannya saja.
Perkatakan firman Tuhan untuk melawan iblis .
Lakukan peperangan kita sendiri.
Peperangan kita tidak bisa dilakukan oleh orang lain.
Kita yang harus berperang bagi diri kita sendiri.
Orang lain hanya bisa mendorong kita , berdoa untuk kita , tetapi ketika kita masuk ke medan perang dalam pikiran kita , maka hanya firman Tuhan yang kita ucapkan dan percayai yang dapat menolong kita memenangkan pertandingan iman .
Efesus 6:11
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Efesus 6:17
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah
SELAMAT MENJADI PEMENANG .
TUHAN YESUS MEMBERKATI.