Rabu, 16 November 2016
Doa dan puasa sebagai persiapan pekerjaan Bapa.
Matius 17 : 14-21.
Firman Allah mengajarkan, bahwa kita manusia adalah satu pribadi dengan tiga unsur, yaitu roh, jiwa dam tubuh.
Jadi, sasaran puasa kita seharusnya juga ada tiga dan harus jelas, bila anda/saya berpuasa, untuk sasaran yang mana.
1. Puasa untuk jasmani.
Artinya :
Ada saatnya, kita berpuasa terutama adalah untuk kepen-tingan tubuh.
sebab tubuh kita adalah wadah / tempat bagi roh dan jiwa. lebih dari itu rumah bagi Roh Allah.
Bila tubuh kita sakit, maka seluruh kehidupan kita terganggu Ibadah, doa, bekerja, belajar, dsb Jadi ikut terkendala.
bahkan, pepatah para olahragawan mengatakan, bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat.
Hingga akhirnya, orang bukan hanya memikirkan tentang makan enak, tapi juga kalau perlu menghindari makan enak = puasa, demi kesehatan fisik.
2. Puasa untuk jiwa.
Artinya :
puasa jiwani adalah belajar mengekang pikiran.
Pikiran jangan dibiarkan terlalu lelah memikirkan hal-hal yang negatif dan juga jangan terlalu rakus hingga hal-hal yang sebenarnya tak patut dipikirkan merugikan mengotori dimasukkan semua dalam pikiran kita.
akhirnya pikiran kita menjadi sakit karena kena polusi atau terkontaminasi.
Prinsip yang sama juga berlaku untuk mendisiplinkan perasaan tersinggung, kecewa, dan sebagainya.
Juga sama untuk mengekang kemauan yang seringkali tidak sesuai dengan kehendak Allah.
3. Puasa dalam Roh.
Artinya :
Secara praktis, yang dimaksud puasa untuk rohani adalah mengurangi, menghentikan semua kegiatan aktivitas yang lain, demi kemajuan dan kekuatan rohani kita.
Mari kita antusias dan konsisten berdoa dan puasa dalam peperangan rohani sehingga kita bertumbuh, berakar dan berbuah banyak.
.. Haleluya. Amin. Gbu
Senin, 14 November 2016
Doa yang mengikat orang-orang kuat.
Yakobus 4 : 7.
Matius 12 : 28-30.
Setan sebagai penguasa kegelapan adalah seperti orang kuat yang membelenggu kehidupan orang berdosa.
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu !.
Mengenali orang kuat adalah kunci utama keberhasilan untuk mengalahkannya.
dan kunci kedua yang juga sangat penting ialah bahwa orang Kristen bukan saja harus memiliki semua senjata rohani, lebih dari itu kita harus memakainya.
Kita tidak akan pernah berhasil mengusir Iblis jika kita sendiri tidak tunduk kepada perintah Allah tritunggal dan hidup di dalam dosa.
Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut :
bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.
.. Haleluya. Amin. Gbu
Minggu, 13 November 2016
PRINSIP MENGASIHI
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
Efesus 2:4-5 TB
Ini suatu kebenaran yang luar biasa: Anda dengan strategisnya ditempatkan di sini, di saat ini dalam sejarah, oleh Tuhan untuk rencana-rencana dan tujuan-tujuan-Nya. Dia perlu seseorang seperti Anda untuk mengasihi yang tak layak dikasihi - untuk membawa sukacita ke dunia dingin yang kelam - untuk menyatakan damai dalam segala percakapan dan situasi yang membingungkan - dan untuk menjadi baik ketika bua kita sangat jahat. Tuhan, sang Pencipta Alam Semesta, perlu seseorang seperti Anda untuk selalu optimis dalam keadaan-keadaan yang membuat frustasi - untuk berharap saat tak ada alasan untuk berharap - dan untuk menunjukkan kesabaran kepada orang-orang yang keras kepala dan beradat jelek. Karena Tuhan membutuhkan Anda, Dia menciptakan Anda untuk mengungkapkan hati-Nya. Masalahnya adalah, sebagai anak-anak-Nya, kita telah mengambil terlalu banyak karakteristik-karakteristik genetis dunia dan telah meninggalkan karakter-karakter Tuhan, Bapa kita yang terkasih. Masalahnya adalah, kita lebih memilih cara kita daripada cara-Nya. Masalahnya adalah, dalam suatu situasi kita lebih memberikan perspektif yang menguntungkan diri sendiri daripada menunjukkan buah yang menyenangkan dan enak.
Kita diciptakan Tuhan untuk mengungkapkan hati-Nya selama momen dalam sepanjang sejarah ini. Kita diciptakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik-Nya tetapi kemudian, kita memutuskan berubah menjadi imitasi yang emosional dari apa yang Dia kehendaki atas kita. Tuhan menciptakan kita karena ketiadaan "KeIlahian" di Bumi, maka Dia mengirim Anda dan saya. Tuhan hanya akan menyatakan diri-Nya melalui kita sebatas mana kita mengijinkan-Nya memenuhi setiap sudut hati dan kehidupan kita. Kebenaran yang luar biasa adalah bahwa Anda dapat memiliki Tuhan sebanyak apa yang Anda inginkan! Pertanyaannya tak pernah berubah dari jaman Taman Eden sampai hari ini. Sebanyak apa yang Anda inginkan dari Dia?
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati...
Selasa, 01 November 2016
Sudahkah Kamu Mengijinkan Tuhan yang Mengambil Alih?
Sudahkah Kamu Mengijinkan Tuhan yang Mengambil Alih?
Di saat aku berada di tengah persimpangan hidup seringkali aku berdoa : "Tuhan aku menyerahkan masalahku ke dalam tanganmu biar engkau yang turun tangan". Namun aku mencoba menyelesaikannya dengan caraku sendiri, berakhir dengan keputusasaan, dan aku bertanya mengapa ini semua terjadi?
Di saat aku berada di tengah kebimbangan seringkali aku datang kepadaNya dan berseru :"Biar kehendakMu yang terjadi bukan kehendakku". Namun, yang kulakukan adalah keinginanku, bukan keinginan Tuhan, berakhir dengan kekacauan, dan aku bertanya apa yang sudah kulakukan?
Di saat aku merasa sendirian seringkali aku berkata : "Aku percaya bahwa Kau ada bersamaku". Namun, aku memilih mencari kasih di luar, berakhir dengan luka di hati dan aku bertanya di manakah Kau?
Di saat aku merasa goyah seringkali aku berjanji : "Aku mau mengandalkan Engkau bukan kekuatanku sendiri". Namun, aku sibuk mencari manusia, berharap penuh kepada mereka, berakhir dengan kekecewaan, dan aku mengeluh tidak satupun manusia yang dapat aku andalkan.
Aku menjadi sangat lelah, dan mengeluh kepadaMu untuk kesekian kalinya. "Tuhan aku kan sudah menyatakan menyerahkan semuanya kepadaMu, tetapi mengapa Kau seolah tidak mendengar, dan membiarkan aku menanggung semuanya sendiri?"
Di tengah kekecewaan aku disadarkan oleh jawabanNya.
Aku mendengar Tuhan berkata :
Nak, Aku mendengar setiap keluhan, teriakan minta tolong, dan semua persoalanmu, Aku diam bukan karena tidak peduli, bukan karena Aku meninggalkanmu, Aku hanya sedang menantikan kapan kau akan membuka tanganmu, melepaskan setiap pergumulanmu, dan benar-benar mengijinkan Aku mengambil alih semuanya dari genggamanmu.
Teman,
Jika saat ini kau baru saja berdoa kepadaNya untuk menyerahkan semua pergumulanmu, pastikan bahwa engkau sudah membuka tanganmu dan hatimu untuk mengijinkan Tuhanlah yang mengambil alih semuanya.
(Sumber HTCOM)
Minggu, 23 Oktober 2016
WHAT DO YOU SEE?
Jumat, 21 Oktober 2016
ARTI MEMINTA SESUATU DALAM NAMA TUHAN YESUS
ARTI MEMINTA SESUATU DALAM NAMA TUHAN YESUS
Yohanes 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
Dalam Yohanes 16:24 terkesan dalam teks ini Tuhan Yesus hendak menyenangkan hati kita dengan permintaan yang pasti akan dikabulkan.
Kalau salah memahami teks ini maka seseorang mulai akan menyusun daftar permintaan dan mengajukannya kepada Tuhan.
Seakan-akan seseorang berhak memiliki keinginan sendiri tanpa memikirkan apakah Tuhan juga menginginkannya.
Jika orang percaya merasa bahwa keinginannya berhak dituruti tanpa perlu peka apakah permintaan tersebut Tuhan juga menginginkannya berarti ia sudah tidak lagi menempatkan diri sebagai pelayan bagi Tuhan Yesus.
Ini berarti Tuhan sebagai pelayan dan ia adalah sebagai Tuhan yang berhak didengar dan dituruti.
Orang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus tidak boleh merasa berhak memiliki hidupnya sendiri.
Kita harus melihat teks Yohanes 16:24 dalam keterkaitannya dengan teks lain sebelum dan sesudahnya.
Kita tidak boleh mengutip ayat ini lepas dari konteksnya.
Orang-orang yang diberi kewenangan meminta apapun demi nama Tuhan Yesus adalah orang-orang yang mengasihi Dia (Yohanes 16:27).
Tentu saja mereka adalah orang-orang yang rela membela Tuhan Yesus dengan rela berkorban segala sesuatu.
Murid-murid Tuhan Yesus tanpa takut menantang maut demi cinta mereka kepada Tuhan Yesus.
Kepada orang-orang ini Tuhan Yesus bisa mempercayakan nama-Nya.
Orang yang menerima ayat ini adalah orang yang telah menundukkan hidupnya kepada Tuhan.
Mereka merelakan keinginannya dikontrol oleh Tuhan artinya permintaan mereka selalu diselaraskan dengan kehendak, kepentingan Tuhan didalamnya dan tetap seirama dengan tujuan dan rencana Tuhan.
Dengan demikian orang percaya tetap boleh memiliki keinginan namun keinginan yang searah dengan kehendak Tuhan dan semua adalah untuk kepentingan-Nya.
Inilah orang-orang yang setiap langkahnya bisa dinikmati Tuhan dan membuat Tuhan Yesus bersuka cita atasnya.
Dengan demikian sukacita hidup orang percaya yang benar adalah sukacita karena bisa menyukakan hati Tuhan Yesus.
Doa permintaan orang percaya yang didalamnya ia mengasihi Tuhan adalah doa permintaan yang tidak lagi ditujukan untuk kesenangan dan kepuasan diri sendiri.
Berkenaan dengan hal ini Yakobus mengatakan : Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yakobus 4:3).
Hendaknya permintaan kita kepada Tuhan Yesus hari-hari ini adalah permintaan yang didalamnya membuat sukacita Tuhan Yesus menjadi penuh dimana permintaan kita adalah demi untuk kepentingan Tuhan dan kerajaan-Nya, mengubahkan kita menjadi manusia Roh yang setiap hari selalu berjalan didalam pimpinan Tuhan, taat melakukan kehendak-Nya dan dimampukan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Amin.





