Tampilkan postingan dengan label KESETIAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESETIAAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

4 ALASAN MENGAPA KITA TIDAK PERLU KHAWATIR

4 ALASAN MENGAPA KITA TIDAK PERLU KHAWATIR

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Matius 6:25)



Kekuatiran pada dasarnya adalah masalah penguasaan atau pengendalian diri.  Kekuatiran berusaha untuk mengendalikan apa yang tidak dapat dikendalikan. Kita tidak dapat mengendalikan ekonomi, jadi kita merasa kuatir tentang ekonomi. Kita tidak dapat mengendalikan anak-anak kita, maka kita merasa kuatir tentang mereka. Kita tidak dapat mengendalikan masa depan, maka kita kuatir tentang bagaimana masa depan kita nanti. Tapi sayangnya, kekuatiran tidak pernah memberikan solusi atau jalan keluar pada kita! Kekuatiran benar-benar merupakan sesuatu yang tidak ada gunanya sama sekali bagi hidup kita.

Ketika memberikan kothbah di bukit, Yesus menyatakan 4 alasan mengapa kita tidak perlu kuatir lagi.

1.Kekuatiran adalah sesuatu yang tidak masuk akal
Matius 6:25 berkata, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”
Yesus berkata jika itu bukan sesuatu yang bersifat kekal, tidak perlu kita kuatir tentangnya. Adalah kebodohan jika kita merasa kuatir tentang sesuatu yang dapat kita ubah. Merasa kuatir tentang sesuatu yang tidak dapat kita ubah juga tidak ada gunanya. Jadi kekuatiran adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

2. Kekuatiran Itu Tidak Wajar
Tuhan Yesus memberi ilustrasi dari alam di Matius 6:26: “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”
Hanya ada satu makhluk ciptaan Tuhan yang merasa kuatir: manusia. Kitalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang tidak percaya kepadaNya, dan hal iltu merupakan sebuah ketidakwajaran.

3. Kekuatiran itu Sesuatu yang Tidak Bermanfaat
Kekuatiran tidak dapat merubah apapun. Matius 6:27 berkata, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”
Ketika Anda merasa kuatir tentang suatu hal atau masalah dalam hidup Anda, kekuatiran tersebut tidak akan membantu Anda menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut. Kekuatiran itu seperti ketika kita duduk di kursi goyang; kita melakukan banyak kegiatan, mengeluarkan banyak tenaga dan gerakan, tetapi tidak ada kemajuan sama sekali. Kekuatiran tidak dapat merubah apapun di dunia ini kecuali Anda. Ya, kekuatiran membuat Anda menjadi galau!

4. Kekuatiran itu Tidak Perlu
Matius 6:30 mengatakan, “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”
Jika kita percaya kepada Tuhan, maka kita tidak perlu merasa kuatir tentang apapun juga. Mengapa? Karena Ia telah berjanji untuk memenuhi segala sesuatu yang kita perlukan dan butuhkan: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).

Jika Anda bertanya, apakah kita juga tidak perlu kuatir tentang tagihan bulanan yang masing-masing kita harus lunasi tiap bulannya? Jawabannya adalah “Ya” Apakah dalam hal ini kita juga tidak perlu kuatir tentang masalah yang terjadi dalam hubungan dengan sesama? Jawabnya masih “Ya”. Apakah termasuk didalamnya kita tidak perlu kuatir tentang mimpi, cita-cita, tujuan hidup serta ambisi kita? “Ya”. Lalu bagaimana dengan masalah kesehatan yang tidak kita ketahui cara mengatasinya, apakah kita tidak perlu kuatir juga? “Ya” Karena Ia sendiri yang akan memenuhi kebutuhan kita melalui Kristus Yesus.
Jadi, mulai hari ini, tinggalkan setiap jenis kekuatiran yang menguasai hidup kita dan letakkan iman percaya kita kepada Sang Pencipta kita, karena Ia sendiri yang akan menyediakan segala yang kita perlukan pada waktuNya.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4:6-7
TUHAN YESUS MEMBERKATI ^^

Jumat, 21 Oktober 2016

Ekspresi Loyalitas Maria.

Ekspresi Loyalitas Maria. 
Yohanes 11 : 1-57. 



Ekspresi loyalitas = memiliki hati hamba dimana dasar memiliki hati hamba atau ekspresi loyalitas ciri-cirinya : 

1. Seorang yang mau berusaha  menyenangkan hati Tuhan. 
Artinya : 
Orang yang ingin cepat selesai dengan tanggung jawabnya, tanpa didasari kerinduan memberi yang baik akan menhasilkan sesuatu yang berbeda dibanding dengan orang yang benar-benar ingin loyal dengan Tuhannya.

Saya percaya sikap yang demikian akan menghasilkan sesuatu yang biasa-biasa saja, tetapi yang mempunyai kerinduan untuk menyenangkan Tuhan pasti menghasilkan yang lebih baik.

2. Seorang hamba yang  bergantung penuh kepada   Tuhan. 
Artinya : 
Seringkali kita melihat dalam pelayanan kita, kita berkata “wahh, ini tuh sudah ga bisa. Sudah kartu mati.” Kita lupa punya Tuhan.
Seorang pernah berkata begini, Jika kita mengandalkan manusia, kita akan mendapatkan apa yang dapat di hasilkan oleh manusia, jika kita mengandalkan Tuhan, kita akan mendapatkan hasil dari pekerjaan Tuhan.

3. Hamba yang mau berkorban  untuk Tuhan. 
Artinya : 
Korban waktu, perasaan, tenaga, uang bahkan apapun termasuk hidup kita jika Tuhan minta.
kita harus mau berikan karena kita tahu dengan melakukan hal-hal itu kita sedang menyenangkan Hati Tuhan. Berhenti untuk minta orang lain berkorban bagi kita mulai dari diri kita dulu mau berkorban bagi sesama kita.

4. Seorang yang mengerti  otoritas pemimpin. 
Artinya : 
Seringkali, kesombongan ini menjadi penyakit kita. 
Kita merasa yang paling senior, yang paling kuat, yang paling pinter, sehingga merasa tidak harus diperintah-perintah. Tidak perlu untuk disuruh-suruh. Bagaimana pun, senioritas itu harus dihormati, tetapi tetap harus ingat senioritas harus tetap di bawah otoritas.
Jika organisasi mau berjalan dengan baik, harus tunduk kepada otoritas. 
Masing-masing ada bagiaanya yang perlu untuk dilakukan. Inilah sikap dari kerendahan hati. 

Haleluya.Gbu

" K U A T I R "

" K U A T I R "
Salah satu obat paling laris di dunia adalah obat penenang atau obat tidur. Mengapa laris ? Banyak orang merasa tidak tenang. Tidak sedikit juga yang tidak bisa tidur. Mengapa ? Karena kuatir. 

Kekuatiran adalah pembunuh sukacita dan kebahagiaan nomor satu di dunia. Definisi kekuatiran adalah perhatian yang ditujukan kepada kesulitan sebelum kesulitan itu datang. Kekuatiran sama sekali tidak memberi keuntungan. YESUS sendiri berkata "Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ?" 
Kekuatiran seperti kursi goyang. Hanya bergerak maju mundur, tapi tak bergerak kemana-mana. Kekuatiran tak pernah melenyapkan kesedihan hari esok. Sebaliknya kekuatiran akan merampas sukacita hari ini. Menurut penelitian, 92 % dari semua yang kita kuatirkan ternyata tidak terjadi. Mengapa harus mengkuatirkan sesuatu yang tidak layak untuk dikuatirkan ? Jika bisa memilah-milah hal mana yang layak dikuatirkan dan hal mana yang tak layak untuk dikuatirkan,sukacita dan kebahagiaan kita bisa meningkat 92 %. Dengan demikian hanya 8 % saja yang layak dikuatirkan. Bagaimana kita bersikap terhadap yang 8 % ini ? Rick Warren mengatakan "Jika hal itu pantas dikuatirkan, hal itu pantas untuk didoakan". Dalam doa kita menyerahkan segala kekuatiran kita kepada TUHAN seperti yang dikatakan (1Petrus 5:7) "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA, sebab IA yang memelihara kamu". Mari belajar melepaskan kekuatiran dengan dua cara sebagai berikut :
1. Memilah mana yang perlu diabaikan dan mana yang memang layak dikuatirkan. 
2. Di dalam doa, serahkan hal-hal yang layak kita kuatirkan tersebut kepada TUHAN. DIA akan memberikan kelegaan, kekuatan dan keberanian menghadapinya.
Hidup kita akan lebih bahagia jika kita bisa menang atas kekuatiran kita. Kiranya Kasih Setia TUHAN tetap menyertai kita. 

Selasa, 18 Oktober 2016

APAKAH SETIA ITU CUKUP?

APAKAH SETIA ITU CUKUP?


Hatiku tergoncang tak berdaya
melihat sesuatu yang amat berarti bagiku
hilang begitu saja dari hadapanku
tak kupercaya aku harus merasakan kehilangan ini
Kusadari semua ini adalah proses dariMu
proses yang Engkau ijinkan terjadi di hidupku
proses untuk membuatku lebih kuat dan tegar
proses yang akan mengubahkanku
Aku pun berusaha menjalankan proses ini
berusaha setia dengan ujian ini
berusaha setia untuk tetap kuat
berusaha setia untuk tetap tegar
Tapi setelah sekian lama aku berusaha setia
mengapa aku merasa semakin lemah dan goyah
tak ada pemulihan terjadi dalam hatiku
yang ada hatiku semakin tergoncang dan terkoyak
Tuhan, mengapa ini terjadi
mengapa aku merasa semakin lemah dan goyah
di manakah pemulihan itu?
di manakah perubahan itu?
Tetapi Dia menjawabku dengan lembut
anakKu, engkau memang setia
setia menjalankan proses dariKu
tapi engkau menjalankannya dengan prosedurmu
bukan dengan prosedurKu
bukan dengan prosedur FirmanKu
Aku mengharapkan engkau tidak hanya setia
tapi juga mau melihat bagaimana prosedurKu untukmu
yang Aku ingin engkau lakukan adalah
jalankan proses ini dengan setia sesuai prosedurKu
Tuhan ampuni aku
aku sadar ternyata setia itu tidak cukup
aku mau melihat bagaimana prosedurMu
aku mau jalankan proses ini dengan setia
dan menjalankannya sesuai prosedurMu.